Tips Sukses Lulus UAN

1. Bocoran Soal, ini tekhnik yang paling sering dipakai. Apalagi oleh anak-anak sekolah yang berduit. Kisaran harga soalnya sendiri bisa mencapai Rp 100.000,-/soal nya. Bocoran ini bisa anda temukan di glodok. Toko-toko buku pinggiran. Kalau gak ketemu-ketemu juga silahkan anda menemui tukang kebun Depdikbud. Kasih uang muka atau DP ke tukang kebunnya buat nyolong soal di meja atau lemari mentri Depdikbud.Sistem pembayaran Dp dimuka dan dibayar setengah lagi setelah barang diterima sangat dianjurkan. Lebih baik anda cari kertas soal daripada kertas jawaban. Karena kertas jawaban amat meragukan dan tidak terjamin.




Tekhnik mencontek UAN (Judul di atas disamarkan)

1. Bocoran Soal, ini tekhnik yang paling sering dipakai. Apalagi oleh anak-anak sekolah yang berduit. Kisaran harga soalnya sendiri bisa mencapai Rp 100.000,-/soal nya. Bocoran ini bisa anda temukan di glodok. Toko-toko buku pinggiran. Kalau gak ketemu-ketemu juga silahkan anda menemui tukang kebun Depdikbud. Kasih uang muka atau DP ke tukang kebunnya buat nyolong soal di meja atau lemari mentri Depdikbud.Sistem pembayaran Dp dimuka dan dibayar setengah lagi setelah barang diterima sangat dianjurkan. Lebih baik anda cari kertas soal daripada kertas jawaban. Karena kertas jawaban amat meragukan dan tidak terjamin. Tentunya setelah mendapatkan soal anda dihadapkan oleh 2 cara terakhir yang harus anda pilih. Yaitu menghapal Pilihan Gandanya atau mencatatnya di kertas kecil. Mengenai jurus "contekan kertas kecil" akan saya bahas lebih lanjut pada point kedua.

2. Contekan Kertas Kecil
Ini adalah jurus sejuta umat. Isi dari contekan ini bisa berupa jawaban dari bocoran yang sudah anda cari jawabannya. Ataupun berupa rumus-rumus yang sulit anda ingat susunan polanya. Tapi ingat menyontek pun perlu belajar. Yang anda catat adalah point-point penting yang berguna sebagai reminder anda. Anda tidak mungkin mencatat seisi buku untuk dijadikan contekan. Kertas kecil bisa diletakkan di laci meja. Sekolah anda tidak menyediakan fasilitas laci? Tidak masalah. Anda bisa meletakkannya di kantung baju anda, tapi agak riskian. Cara lainnya anda bisa meletakkannya di ikat pinggang celana anda, atau kaus kaki tapi bau, atau kalo memang razia terlalu ketat, terpaksa di pakaian dalam anda ataupun celana dalam anda. Yang penting kertas contekan harus bisa lolos dari petugas imgrasi sekolah.

3. Pandangan Mata
Point yang sederhana tapi seringkali tidak diperhatikan oleh kita. Pada umumnya mereka yang melakukan tindakan contek selalu memandang wajah guru pengawas terlebih dahulu, berharap situasi aman. Padahal justru yang anda lakukan ini sangatlah fatal!! Tatapan mata kepada pengawas saat ujian 99% menunjukkan kekhawatiran anda karena hendak melakukan suatu tindak kriminal. Saran saya adalah jangan pernah tatap mata pengawas/guru anda. Sesekali boleh lah. Terlalu sering akan mengakibatkan kecurigaan pada anda menjadi bertambah. Dan pada akhirnya anda biasa dihadapkan pada kasus pidana.

4. Tanya Temen
Cara ini sangat menuntut rasa setiakawan dan solidaritas tinggi. Cara ini hanyalah untuk mereka yang sungguh mengerti artinya "sahabat" yaitu teman yang bisa diajak berbagi terutama disaat suka dan duka. Duka ketika anda tidak tahu jawaban yang seharusnya. Dan suka ketika teman anda berhasil mengerjakan soal yang sulit. Persahabatan sejati diuji lewat cara ini.

5. Berdoa
Seperti biasa, sebelum melakukan kegiatan apapun yang mengharapkan keberhasilan kita selalu berdoa. Begitu juga sebelum mencontek, kita harus banyak-banyak berdoa. Tapi doa kita bukanlah doa mohon kesuksesan mencontek, melainkan doa memohon pengampunan karena esok akan mencontek. Berharaplah sehingga yang di atas bisa berbelas kasih dan menghilangkan kecurigaan pengawas anda kepada anda tentunya.

Read More......

Mengatur & Meningkatkan Kinerja Windows XP

Windows XP menyediakan tool dan program yang didesain untuk mengatur komputer Anda agar tetap berjalan pada kemampuan maksimum. Window XP mengalokasikan resource berdasarkan setting-nya dan kemudian mengatur perangkat tersebut. Namun, Anda dapat mengubah cara Windows XP menggunakan waktu processor (processor time) dan memory komputer untuk meningkatkan kinerja. Anda juga dapat mengatur setting efek visual komputer Anda.



Memory dan Kinerja
Microsoft menganjurkan bahwa komputer yang menjalankan Windows XP paling sedikit harus mempunyai memory sebesar 128 MB (rekomendasi 256 MB, untuk main Game 3D 512 MB). Dengan memory sebesar ini, Windows XP dapat secara konsisten menunjukkan keunggulannya dari Windows sebelumnya. Banyak user memperbesar jumlah memory-nya untuk memaksimalkan kemampuan multimedia dan mendapatkan kinerja yang lebih baik.

Secara umum, penambahan memory merupakan cara yang paling mudah dan paling efektif untuk meningkatkan kinerja komputer. Walaupun dianjurkan, Windows XP tidak memerlukan RAM sebesar 128 MB. Operating system ini dapat berjalan dengan RAM sebesar 64 MB. Untuk aktivitas seperti web browsing, e-mail, dan aktivitas lainnya, dengan RAM sebesar 64 MB Anda akan mendapatkan kinerja yang ekivalen dengan Windows Millenium Edition (Windows Me).

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kinerja
Terlepas dari aplikasi yang digunakan, kecepatan CPU dapat mempengaruhi kinerja. Windows XP tidak memerlukan hardware yang tinggi-minimum Pentium II 300 MHz-tetapi sistem dapat lebih maksimal dengan hardware yang lebih cepat. Operating system, khususnya user interface (UI) Windows XP, sensitif terhadap sistem grafis dan driver grafis. Video card onboard akan mempermudah pemrosesan RAM yang digunakan oleh operating system dan aplikasi.

Mengatur Waktu Processor
Pemrosesan sistem diatur oleh Windows yang dapat mengalokasikan tugas antara processor, termasuk mengatur beberapa proses pada satu processor. Namun, Anda dapat mengeset Windows untuk mengalokasikan lebih banyak waktu processor ke program yang sedang dijalankan. Hal ini menghasilkan waktu respon program yang lebih cepat. Atau, jika Anda mempunyai program background, seperti printing atau disk back-up yang ingin dijalankan selagi bekerja, Anda dapat mengatur Windows agar membagi rata processor antara program background dan foreground.

Mengatur Memory Komputer
Pada waktu komputer Anda mulai kehabisan RAM dan ia membutuhkan tambahan dalam waktu singkat, Windows menggunakan ruang harddisk untuk menyimulasikan RAM sistem. Hal ini dikenal sebagai virtual memory atau sering disebut paging file. Ini mirip dengan swapfile UNIX. Ukuran default untuk file virtual memory (bernama pagefile.sys) yang dibuat pada waktu instalasi adalah 1,5 kali jumlah RAM pada komputer Anda.

Anda dapat mengoptimalkan penggunaan virtual memory dengan membaginya ke beberapa drive dan memindahkannya dari harddisk yang lambat atau yang sering diakses. Cara paling baik untuk mengoptimalkan ruang virtual memory adalah sedapat mungkin membaginya ke banyak harddisk.

Anda dapat mengoptimalkan penggunaan memory komputer. Jika lebih banyak menggunakan komputer sebagai workstation, bukan sebagai server, Anda dapat mengalokasikan lebih banyak memory ke program Anda. Program Anda akan bekerja lebih cepat dan dan ukuran cache sistem Anda akan mempunyai ukuran sebesar default Windows XP. Anda juga dapat mengalokasikan lebih banyak memory komputer unuk mendapatkan cache sistem yang lebih besar, jika komputer digunakan sebagai server atau jika Anda menggunakan program yang membutuhkan cache yang lebih besar.

Mengubah Efek Visual
Windows menyediakan beberapa pilihan untuk mengeset efek visual komputer Anda. Sebagai contoh, Anda dapat menampilkan bayangan di bawah menu, serta memberi mereka tampilan 3-D. Anda dapat meminta Windows untuk menampilkan seluruh isi suatu jendela pada waktu Anda memindahkannya pada layar. Agar teks lebih mudah dibaca, Anda dapat memperhalus font layar. Anda juga dapat menjalankan tampilan web pada folder, yang akan menampilkan sejumlah hyperlink dan informasi pada bagian kiri jendela folder.

Windows menyediakan pilihan untuk menjalankan semua setting (untuk tampilan terbaik), atau mematikan semua setting (untuk kinerja komputer terbaik). Anda juga dapat mengembalikan setting default awal.

Panduan Memilih Drive untuk Virtual Memory

Pertama, cobalah untuk menghindari penggunaan pagefile pada drive yang sama dengan file sistem. Kedua, hindari penempatan pagefile pada drive yang fault-tolerant, seperti mirrored volume atau RAID-5 volume. Pagefile tidak butuh fault-tolerance, dan beberapa sistem fault-tolerance mempunyai kecepatan penulisan data yang rendah karena mereka menulis data ke beberapa lokasi. Ketiga, jangan tempatkan beberapa pagefile di partisi yang berbeda pada harddisk fisik yang sama.

Mengubah Kinerja Program Background dan Foreground
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Processor scheduling, lakukan salah satu hal berikut:
* Klik Program untuk memberikan lebih banyak resource processor ke program foreground dibanding program background.
* Klik Background Services untuk membagi rata resource processor ke semua program.

Catatan:
* Untuk membuka System, klik Start, klik Control Panel, dan kemudian klik ganda System.
* Memilih Program akan mempercepat respon program foreground. Jika Anda menginginkan tugas background, misalnya Backup utility, untuk berjalan lebih cepat, pilih Background services.
* Programs mengalokasikan bagian waktu (time slices) atau quanta yang lebih pendek dan bervariasi, sementara Background services mengalokasikan quanta yang panjang dan tetap.

Mengubah Ukuran File Virtual Memory
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Virtual memory, klik Change.
4. Di bawah Drive [Volume Label], klik drive yang berisi file paging yang ingin Anda ubah.
5. Di bawah Paging file size for selected drive, klik Custom size, dan masukkan ukuran file paging yang baru dalam megabyte pada Initial size (MB) atau Maximum size (MB), dan kemudian klik Set.

Jika menurunkan ukuran initial atau maximum, Anda harus me-restart komputer untuk melihat efek perubahan tersebut. Pada waktu memperbesar biasanya tidak membutuhkan restart.

Catatan:
* Supaya Windows memilih ukuran file paging yang terbaik, klik System managed size.
* Untuk kinerja terbaik, jangan set initial size kurang dari ukuran minimum yang dianjurkan di bawah Total paging size for all drives. Ukuran yang dianjurkan adalah ekivalen dengan 1,5 kali RAM pada kompter. Biasanya, Anda harus membiarkan file paging pada ukuran yang dianjurkan, meskipun Anda dapat memperbesar ukurannya jika Anda sering menggunakan program yang membutuhkan banyak memory.
* Untuk menghapus file paging, set initial size dan maximum size ke mol atau klik No paging file. Microsoft sangat menganjurkan bahwa Anda tidak mematikan atau menghapus paging file.

Read More......

Pengaturan Jaringan Internet

Pengaturan Jaringan Internet
Penamaan host

Penamaan dalam herarki

penamaan-ip.bmp (28286 bytes)

Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh "unpar.ac.id", harus mendaftar ke pemegang domain "ac.id".


Pengaturan Jaringan Internet
Penamaan host

Penamaan dalam herarki

penamaan-ip.bmp (28286 bytes)

Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh "unpar.ac.id", harus mendaftar ke pemegang domain "ac.id".

Hubungan nama dan alamat dalam TCP/IP disimpan dan dikelola oleh server yang menyediakan pelayanan Domain Name Service (DNS). Penterjemahan nama-alamat dapat dilakukan dua arah dan tidak harus sama.

Misalnya:

* IP=10.1.1.12 diberi nama intern-12.unpar.ac.id
* main-router.unpar.ac.id diberi IP=10.1.1.12

Penterjemahan nama ke IP dan sebaliknya dapat dilakukan secara:

1. Statis dengan menggunakan file "C:\WINDOWS\HOSTS." (MS-Windows) atau "/etc/hosts" (UNIX, netware), atau
2. Dinamis dengan DNS server. Akses ke internet menuntut konfiguras dinamis.

Contoh file HOSTS

# baris yang diawali dengan tanda # diabaikan
# kolom-1 kolom-2 kolom-3
# IP nama-panjang nama-pendek

# sebaiknya baris berikut ini ada dan tidak diganti
127.0.0.1 localhost

# komputer yang sering dihubungi
10.210.1.2 home.unpar.ac.id home
10.210.1.1 proxy.unpar.ac.id proxy
167.205.206.59 www.gema.or.id gema

# isian berikut ini pasti salah
10.1.1.267 ngeledek.unpar.ac.id ngeledek

127.0.0.1 mycomputer.mydomain mycomputer

Konfigurasi DNS untuk UNIX ada di file /etc/resolv.conf

Utilitas UNIX: nslookup
Mencari alamat IP dari main-router.unpar.ac.id dan nama dari IP-nya. Setelah selesai, gunakan ^D atau exit.

[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
Default Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1

> main-router.unpar.ac.id
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Name: main-router.unpar.ac.id
Addresses: 10.1.3.1, 10.100.100.10, 10.210.1.7

> 10.1.3.1
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Name: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1

> ngawur.unpar.ac.id
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
*** dhcps.unpar.ac.id can't find ngawur.unpar.ac.id:
Non-existent host/domain

>

Utilitas UNIX: dig
Mencari alamat IP dari main-router menggunakan dig.


[gatut@bsd02 gatut]$ dig main-router.unpar.ac.id
;<<>> DiG 8.2 <<>> main-router.unpar.ac.id
;; res options: init recurs defnam dnsrch
;; got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 6
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 7
;; QUERY SECTION:
;; main-router.unpar.ac.id, type = A, class = IN

;; ANSWER SECTION:
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1

;; AUTHORITY SECTION:
unpar.ac.id. 1H IN NS home.unpar.ac.id.
unpar.ac.id. 1H IN NS student.unpar.ac.id.
unpar.ac.id. 1H IN NS main-router.unpar.ac.id.

;; ADDITIONAL SECTION:
home.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.60
home.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.2
student.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.58
student.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.3
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7
main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1
;; Total query time: 20 msec
;; FROM: bsd02.unpar.ac.id to SERVER: default -- 10.1.3.1

;; WHEN: Wed Jun 16 16:49:11 1999
;; MSG SIZE sent: 41 rcvd: 267
[gatut@bsd02 gatut]

Keterangan:

* Alamat main-router ada 3 buah, yaitu 10.100.100.10, 10.210.1.7, dan 10.1.3.1. Tampak dari jenis record alamat (IN A).
* Nama host untuk IP 10.1.3.1 adalah dhcps.unpar.ac.id
* Pemegang domain unpar.ac.id ada di 3 server, yaitu: home.unpar.ac.id, student.unpar.ac.id, dan main-router.unpar.ac.id
* Masing-masing alamat server tersebut dapat dilihat di "ADDITIONAL SECTION".

Menelusuri pendelegasian domain dari pusatnya.

Setiap DNS server dapat mengaku memegang kendali atas sejumlah domain. Apabila ada keraguan tentang kepemilikan domain, harus ditelusuri dari pusat pengendali. Jenis record yang diteliti adalah "SOA" (Start Of Authority) dan diminta domain "root" (titik).


[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
Default Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
> set type=soa
> .
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Non-authoritative answer:
(root)
origin = A.ROOT-SERVERS.NET
mail addr = hostmaster.INTERNIC.NET
serial = 1999061500
refresh = 1800 (30M)
retry = 900 (15M)
expire = 604800 (1W)
minimum ttl = 86400 (1D)

Authoritative answers can be found from:
(root) nameserver = D.ROOT-SERVERS.NET
(root) nameserver = C.ROOT-SERVERS.NET
D.ROOT-SERVERS.NET internet address = 128.8.10.90
C.ROOT-SERVERS.NET internet address = 192.33.4.12
[ sebagian output dipotong untuk menghemat halaman]
>

Subdomain berikutnya, misalkan "id." dipegang oleh "ns1.id" bersama sejumlah server pendukung.

> id.
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1

Non-authoritative answer:
id
origin = ns1.id
mail addr = hostmaster.idnic.net.id
serial = 1999061605
refresh = 28800 (8H)
retry = 10800 (3H)
expire = 604800 (1W)
minimum ttl = 172800 (2D)
> server hostmaster.idnic.net.id

> ac.id.

nslookup berfungsi untuk menelusuri data berdasarkan jenis record. Beberapa jenis record:
A Adress alamat
CNAME Canonical Name (Alias) Nama lain
HINFO Host Info, CPU, OS Keterangan tentang host, biasanya tentang CPU dan OS
MX Mail eXchange mail server yang dapat digunakan apabila host tidak dapat dihubungi. Biasanya ada beberapa server dengan urutan prioritas.
NS Name Server Server yang melayani permintaan data domain ybs
PTR Pointer Nama host atas alamat IP atau penunjuk menuju informasi lain
SOA Start Of Authority Informasi pemilik otoritas domain
WKS Well Known Service Penyedia layanan

Jenis lainnya dapat dilihat di manual (man nslookup).
Mengkonfigurasi komputer secara terpusat.
BOOTP

Ketika workstation dihidupkan dan "boot from network", workstation meminta kepada sembarang host yang mau memberikan "program boot".
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Penentuan alamat IP dan konfigurasi secara otomatis. Pada saat komputer client dihidupkan, client mengirimkan permintaan "siapa aku" ke jaringan menggunakan alamat broadcast. DHCP server akan memberikan jawaban sesuai dengan alamat NIC dan ketersediaan konfigurasi mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan sebagainya. Penggunaan IP dan konfigurasinya memiliki masa pakai (sewa?). Bila masa sewa habis, maka client meminta apakah bisa meneruskan sewa atau menggunakan konfigurasi yang baru. Jika komputer client berpindah ke subnet lain, alamat IP tersebut akan diambil kembali oleh server untuk digunakan oleh komputer lain.
Windows Internet Name Service (WINS)

Penterjemahan alamat-nama (dan sebaliknya) untuk NetBIOS (MS-Windows dan DOS).
# Pemetaan alamat dan nama secara dinamis: Setiap kali client WINS dihidupkan, client mendaftarkan (registration) namanya ke server. Ketika client WINS dimatikan, client memberitahu server untuk melepas (release) namanya. Dengan demikian client dapat berpindah subnet dan IP dengan mudah dan tetap dalam pemantauan server. Apabila dalam jangka waktu tertentu client tidak memperbaharui statusnya (renewal), client dianggap memutuskan diri dari jaringan (crash, gagal-daya, dsb).
# Menampilkan daftar komputer: Dengan WINS semua clients (Windows NT, Windows 95, Windows for Workgroups, LAN Manager 2.x, dan MS-DOS menggunakan Microsoft Network Client 3.0) dapat melihat semua client lainnya baik yang ada di dalam network atau di luar subnet di seberang router.
# Penurunan kebutuhan broadcast: NetBIOS menggunakan broadcast untuk mempublikasikan keberadaan sebuah komputer ke subnetnya. Apabila jumlah komputer dalam jaringan sangat banyak, maka jaringan semakin terbebani dengan "pengumuman" ini. WINS Server menurunkan keperluan akan broadcast, karena permintaan langsung ditujukan ke server daripada ke broadcast. Broadcast tetap muncul apabila permintaan ke WINS server gagal.
Peta Jaringan UNPAR

Peta fisik (yang disederhanakan) jaringan UNPAR seperti dapat dilihat dalam diagram yang direferensikan, terbagi menjadi 2 kelompok:

1. Akademik-net, mencakup laboratorium komputer di fakultas, warnet, UKM, dsb.
2. Administrsi-net, pada saat ini hanya terdiri dari satu subnet besar menghubungkan semua unit/biro/fakultas.

Jaringan akademik (student), sepenuhnya hanya mendukung protocol TCP/IP. Dengan demikian pembentukan subnet lebih mudah. Kebutuhan protocol lain yang melintasi subnet diserahkan pada pengelola router pemilik subnet sepanjang tidak mengganggu "backbone".

Jaringan administrasi (home, BAPSI) protocol yang digunakan:

1. TCP/IP untuk kebutuhan akses internet (intranet menyusul)
2. IPX/SPX untuk remote boot dan pengolahan data SIM dengan Novell Netware yang ada di BAPSI
3. NetBEUI untuk sharing printer di berbagai unit/biro/fakultas.

Atas keragaman protocol, jenis dan jumlah komputer dalam jaringan administrasi, maka perlu persiapan supaya pembagian subnet dapat berjalan dengan lancar.

Kecepatan transfer dalam jaringan administrasi sudah pada tingkat jenuh. Diameter jaringan sangat besar (jauh), jumlah hub maksimal. Setiap gangguan kecil dalam jaringan menyebabkan penambahan yang berarti bagi beban jaringan.

Kendala yang harus dipertimbangkan untuk pembagian jaringan:

1. NetBEUI lintas unit atau ruangan masih belum banyak digunakan. Apabila sudah diperlukan dapat digunakan WINS atau diatasi sementara dengan setting lokal (statis).
2. Pemisahan subnet akan menambah delay (memperlambat) akses ke jaringan UNPAR-intranet bagi subnet tsb.
3. Karena sebagian komunikasi menggunakan protocol IPX, perlu router yang me-route IPX. Bila hardware router harganya dirasa cukup mahal dapat diganti dengan PC-router berbasis (Netware, Windows-NT, Linux). Kerugian PC-router: apabila komputer mati mendadak, kemungkinan terjadi kerusakan pada program.
4. Remote-boot yang terintegrasi dalam workstation menggunakan protocol IPX (Netware). Perlu bootp-relay di setiap server. Penulis belum berhasil menjalankan BOOTP server untuk protocol IPX di server non-netware.

Read More......